Langsung ke konten utama

LIVE IG @YOGIE_BARTHOLOMEANS

LOKASI KREATIF CAH BANTUL ANTI MACET
NO COVID-19

Kegiatan kuliah daring pertemuan terakhir mata kuliah Riset Media Buying Rabu, 13 Mei 2020 pkl. 20.15 - 21.00 oleh Pak Rama melalui live instagram bersama Mas Yogie di akun instagram @kawanrama dan @yogie_bartholomaens. Mas yogie ini adalah Creative Concept Markom, client : Bank BPD DIY, Natasha, Bale Babakaran grup, etc.
Live instagram membahas Hibriditas budaya Bantul. Orang lebih banyak berinteraksi lewat online, ini menjadi kesempatan bagi anak-anak kreatif untuk memberikan ruang eksintensinya untuk audiens. Bantul lebih dipandang sebelah mata, dilihat sebagai sebuah brand. Apa itu brand? Menurut Mas Yogi Brand adalah kumpulan aspirasi dari orang-orang disekitar, sedangkan menurut Pak Rama Brand adalah suatu kumpulan inspirasi Bahwa sebenarnya ada ruang lain dalam bantul (humanity) membangun kebersamaan bersama. Berbicara soal local bantul. Mas yogi menceritakan kehidupannya sebagai orang biasa-biasa saja. Sebagai orang local dan menangani brand-brand local.
Bantul itu kebanyakan korporat seperti pabrik, hanya produksi dan marketingnya ada di Jakarta. Yang terkenal ada gerabah, produksinya bukan hanya untuk Indonesia tapi untuk luar karena pendapatan lebih banyak luar. Bantul mempunyai UMKM, pemerintahan sudah memberikan pelatihan bagaimana menawarkan dan memasarkan. Bantul itu adalah area pertanian, jadi mengolah Bantul adalah korporat besar dimana mengolah ide-ide itu lebih kecil dibanding Sleman. Wisata-wisata Bantul sudah dipegang oleh pemerintah. Bantul mempunyai kreatifitas banyak, Bantul tidak menggunakan ruang digital. Kendalanya adalah anak jaman sekarang lebih memandang uangnya dlu daripada menyumbang ide.
Ada pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi ini yaitu; Bagaimana membangun Bantul/lokalitas menjadi suatu brand? Kenapa orang-orang Bantul tidak ada yang mau berkreatifitas? Apa yang bisa dieksplor?. Dari segi lokalitas dan budaya yang dipegang di Bantul bisa dijual banget. Jika mencari orang Bantul memang sulit, sebenernya ada cuma belum pada mncul aja. Anak muda sekarang memang sangat berbeda, mentalnya beda. Kalau apa yang bisa dibuat untuk daerah kita, mencoba mencentil bisa tumbuh. idealisnya seperti itu. Mas Yogi mengatakan “tetep harus pancingan agar masyarakat Bantul mau gerak”. Kebanyakan orang lebih milih menjadi followers.
Kreatifitas berhenti karena money padahal money memang degan kreatifitas, padahal kita gak bisa menampilkan hal itu. Untuk zaman sekarang uang saat ini lebih didahulukan daripada kreatifitas, harusnya kita yang mempelopori munculnya kreatifitas untuk orang-orang diseitar kita karena kalau mikirnya uang gak akan kesampaian. Hanya sebatas ide habis itu ilang, untuk menjadi konsisten itu sulit. Instagram adalah ruang dimana gambar harus berestetika prospeknya akan panjang, kita bangun akun instagram mengenai Bantul disitu memasukkan ruang-ruang kreatif Bantul harus ada copywriternya.  Dimasa pandemic harus tetep aktif di media sosial tetap harus ada kreatifitas yang dibuat agar tidak tertinggal. Tetap berkreatifitas, maka uang akan mengikuti apa yang bisa dihasilkan dan diapreasi orang. untuk uang itu nilai plus.

Komentar